Berita

TNI Resmi Tutup dan Pindahkan Lapangan Tembak Lapai Pasca Peluru Nyasar UNP

TNI Resmi Tutup dan Pindahkan Lapangan Tembak Lapai Pasca Peluru Nyasar UNP
Rektor UNP memberikan keterangan kepada awak media terkait penanganan mahasiswi korban peluru nyasar dan tindak lanjut pasca insiden di Kampus UNP, Senin (8/6). f/Istimewa

Ganto.co - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) Komando Daerah Militer (Kodam) XX Tuanku Imam Bonjol resmi menghentikan seluruh aktivitas Lapangan Tembak Lapai dan memindahkannya ke lokasi yang lebih aman pasca insiden peluru nyasar yang mengenai mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (2/6) silam. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar secara terbuka kepada publik, Senin (8/6).

Dalam konferensi pers tersebut, Kepala Penerangan Kodam XX Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kavaleri Taufiq, menjelaskan hasil temuan tim investigasi di lapangan.

"Proyektil yang mengenai saudari Nova Wirantika dan saudara Guruh Guwino dipastikan berukuran 9 mm dan berasal dari Lapangan Tembak Lapai," ujarnya.

Merespons insiden tersebut, pihak TNI langsung menghentikan seluruh kegiatan latihan menembak di lokasi tersebut. Langkah itu diambil sebagai bentuk tanggung jawab serta upaya mencegah kejadian serupa terulang kembali.

"Kami telah melakukan evaluasi secara menyeluruh. Terhitung mulai hari ini, seluruh aktivitas di Lapangan Tembak Lapai dihentikan total. Kami memutuskan untuk menutup lokasi tersebut dan segera memindahkannya ke tempat yang jauh lebih aman dari kawasan permukiman maupun lingkungan pendidikan," tambahnya.

Pihak UNP menyambut positif langkah cepat dan kebijakan yang diambil oleh TNI. Rektor UNP, Krismadinata, menyampaikan apresiasi atas tanggung jawab dan keterbukaan yang ditunjukkan dalam penanganan kasus tersebut.

"Kami sangat mengapresiasi transparansi proses dan hasil investigasi yang disampaikan secara terbuka oleh rekan-rekan TNI kepada masyarakat. Kebijakan pemindahan lapangan tembak ini merealisasikan apa yang selama ini menjadi kekhawatiran dan harapan sivitas akademika, orang tua mahasiswa, serta masyarakat di sekitar kampus," jelasnya.

Ia juga menambahkan selain menanggung seluruh biaya perawatan medis hingga korban pulih, pihak TNI turut berkomitmen memberikan pendampingan psikologis apabila diperlukan.

"Pihak TNI juga berkomitmen menyediakan layanan trauma healing bagi korban jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk membantu pemulihan kondisi psikologisnya," tutupnya.

Sementara itu, kondisi kedua korban dilaporkan terus membaik. Tim medis telah melakukan tindakan operasi untuk menangani luka yang dialami korban, dan dalam waktu dekat keduanya diperkirakan sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Raisya Atsiila*
Jurnalis • Liputan Berita

Reporter Junior
Diedit & Diverifikasi oleh: Ghina Asyifa Rahmadani (Editor Berita)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

6 + 1 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.