Ganto.co - Galanggang V Sendratasik 2026 menghadirkan beragam pertunjukan seni selama dua hari pelaksanaan. Pada hari kedua, Selasa (23/6), Randai menjadi salah satu pertunjukan yang ditampilkan di Pendopo Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP). Penampilan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan hasil pembelajaran mata kuliah Randai sekaligus sebagai bentuk pelestarian kesenian tradisional Minangkabau.
Kegiatan yang berlangsung pada 22 dan 23 Juni 2026 ini melibatkan mahasiswa Pendidikan Sendratasik angkatan 2024 dan 2025, Pendidikan Tari angkatan 2023, serta Pendidikan Musik angkatan 2023. Selain Randai, Galanggang V juga menampilkan hasil pembelajaran mata kuliah Tari Tradisional Minangkabau, Silek Galombang, Musik Tradisional Minangkabau, Musik Iringan Tari, dan Instrumen Perkusi Tradisional.
Dosen Pendidikan Sendratasik UNP, Hendri Yusuf, mengatakan bahwa pertunjukan Randai memiliki peran penting dalam melestarikan budaya Minangkabau. Menurutnya, mata kuliah Randai membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang nantinya dapat diterapkan dalam dunia pendidikan.
"Randai merupakan pertunjukan yang memadukan gerak, lakon, dan musik. Mahasiswa tidak hanya menjadi pelaku seni, tetapi juga memiliki peran mengenalkan Randai melalui dunia pendidikan. Apalagi saat ini banyak sekolah yang menjadikan Randai sebagai kegiatan ekstrakurikuler," ujarnya.
Hendri juga mengapresiasi penampilan mahasiswa dalam membawakan Randai. Menurutnya, meskipun sebagian besar mahasiswa belum pernah mengenal Randai sebelumnya, mereka mampu menampilkan pertunjukan dengan baik setelah mengikuti perkuliahan selama satu semester.
"Lebih dari 70 persen mahasiswa sebelumnya belum pernah mengenal Randai. Namun, setelah 16 kali pertemuan, mereka mampu menampilkan struktur Randai dengan baik dan menunjukkan kekompakan saat tampil," tuturnya.
Salah seorang penonton, Rahmatul Fitra Asra, mahasiswa Pendidikan Sendratasik angkatan 2022, menilai pertunjukan Randai berhasil mengangkat nilai-nilai budaya Minangkabau melalui cerita yang dibawakan.
"Menurut saya, penampilan Randai tadi sangat bagus. Mereka tidak hanya menampilkan pertunjukan, tetapi juga mengangkat kisah-kisah orang terdahulu sehingga kita bisa lebih mengenal budaya sendiri," ujarnya.
Rahmatul juga mengaku terkesan dengan kekompakan para pemain selama pertunjukan berlangsung.
"Yang paling berkesan bagi saya adalah kekompakan para pemain. Gerakannya kompak, penampilannya menarik, dan unsur sileknya juga terlihat jelas sehingga pertunjukannya terasa lebih hidup," tutupnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!