Ganto.co - Subdirektorat Bimbingan Konseling dan Disabilitas Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar BK Talks 6 bertema Digital Wellbeing dan Media Detox: Mengelola Penggunaan Gadget, Fear of Missing Out (FOMO), Cyberbullying, dan Kebiasaan Online Sehat pada Rabu (1/7) pukul 14.00 sampai 16.00 WIB melalui Zoom Meeting.
Kegiatan tersebut menghadirkan Verlanda Yuca, sebagai narasumber dan dipandu oleh Kanaya Yose Putri, selaku host.
Dalam pemaparannya, Verlanda menjelaskan bahwa digital wellbeing merupakan kemampuan menggunakan teknologi secara seimbang sehingga memberikan manfaat tanpa mengganggu kesehatan mental maupun aktivitas sehari-hari. Menurutnya, rendahnya digital wellbeing dapat memicu kecanduan scrolling, menurunnya fokus belajar, stres, kecemasan, serta gangguan kualitas tidur.
"Digital wellbeing adalah kemampuan seseorang menggunakan teknologi secara seimbang, sehat, dan tidak merugikan diri sendiri," jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Fear of Missing Out (FoMO) merupakan rasa cemas karena takut tertinggal informasi atau pengalaman yang dialami orang lain di media sosial. Selain itu, cyberbullying merupakan bentuk perundungan di ruang digital yang dapat dipengaruhi oleh penggunaan internet secara berlebihan, FoMO, rendahnya literasi digital, dan kurangnya kemampuan berpikir kritis. Menurutnya, kondisi tersebut dapat berdampak pada kesehatan mental, hubungan sosial, maupun prestasi akademik.
"FoMO bukan sekadar takut ketinggalan informasi, tetapi pola kecemasan sosial-digital yang dapat memicu penggunaan gadget secara berlebihan," ujarnya.
Sebagai solusi, Verlanda mengajak peserta membangun kebiasaan online yang sehat melalui regulasi diri dan mindfulness, menerapkan digital hygiene, meningkatkan literasi digital, memperkuat hubungan sosial secara langsung, serta menggunakan teknologi secara bijak. Ia juga menyarankan peserta melakukan media detox secara bertahap dengan membatasi screen time, mengurangi kebiasaan scrolling, dan tidak menggunakan ponsel sesaat setelah bangun tidur.
"Kebiasaan online yang sehat dapat dibangun melalui regulasi diri, digital hygiene, literasi digital, memperkuat koneksi offline, serta menerapkan prinsip smart use, not more use," ungkapnya.
Menutup sesi, Verlanda mengingatkan bahwa teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sehingga tidak mungkin dihindari.
"Hidup di era digital, jadi kita tidak bisa lepas dari teknologi. Tapi yang penting adalah bagaimana kita mengelola teknologi tersebut. Jangan sampai kehilangan kendali atas diri sendiri hanya karena layar kecil di tangan kita," tutupnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!