Ganto.co - Maskot resmi Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Padang (BEM KM UNP) menuai kritik usai diguga lakukan plagiarisme. Maskot BEM KM UNP diduga hasil comotan dari salah satu desain di aplikasi pinterest,Sabtu (8/8).
Kritik salah satunya disampaikan oleh PV, mahasiswa DKV UNP. Ia menegaskan lembaga BEM seharusnya memiliki kesadaran tinggi mengenai orisinalitas dan perlindungan hak cipta sebelum meluncurkan materi visual ke publik.
"Dari pendapat saya, untuk selevel lembaga BEM seharusnya tahu tentang 'orisinalitas' dan 'hak cipta' suatu karya. Sangat disayangkan jika dari lembaga kampus saja tidak menghargai hak cipta karya. Banyak sekali mahasiswa kreatif dari departemen Seni Rupa, khususnya DKV, yang bisa diajak kolaborasi," tegas PV.
Menanggapi wacana bahwa BEM terdesak batas waktu, PV menilai alasan tersebut tidak dapat diterima. Menurutnya, menyepelekan proses desain sama saja dengan menyepelekan identitas lembaga itu sendiri.
"Untuk selevel BEM, alasan 'tenggat waktu' terlihat menyepelekan identitas lembaga mereka dalam bentuk visual. Seharusnya dalam pembagian tugas memiliki tenggat waktu yang cukup untuk pelaksanaan karya, mulai dari konsep hingga finishing," jelasnya.
Senada dengan PV, kekecewaan juga disampaikan oleh NA, mahasiswa DKV UNP. Ia menyayangkan penggunaan AI yang berakhir pada dugaan plagiarisme, terlebih hal tersebut berdampak langsung pada citra baik kampus menjelang Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026.
NA menambahkan proses pembuatan maskot secara profesional sebenarnya tidak memakan waktu lama jika dikelola dengan perencanaan dan briefing yang matang. Berdasarkan pengalamannya, proses desain maskot bahkan bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari tiga hari.
"Kalau efisiensi waktu karena ingin mengejar branding baru yang berbarengan dengan PKKMB 2026, harusnya masih bisa diatur. Pembuatan maskot gak bakal makan waktu lama kalau brief-nya jelas dan matang. Evaluasi tim mungkin perlu diperdalam lagi, karena sebagai pekerja kreatif harus memahami yang namanya etika profesi desain," ujar NA.
Di akhir penjelasannya, kedua narasumber menekankan pentingnya kerja sama di kampus. PV dan NA berharap BEM UNP agar memperbaiki cara mereka membranding dan lebih menghargai serta memanfaatkan bakat mahasiswa UNP sendiri.
"Harapan saya panita dari BEM agar menggunakan keistimewaan yang ada di dalam kampus, terutama keterampilan mahasiswanya. Tak hanya anggota BEM yang ingin kampus ini dipandang lebih baik, mahasiswa lainnya juga ingin bangga dengan hasil karya yang layak menjadi lembaga visual kampus," tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Ganto sudah menghubungi menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) BEM KM UNP untuk dimintai klarifikasi, namun belum memberi keterangan.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!