Ganto.co - Rangkaian Organization Training and Leadership Orientation (ORION) 2026 hari pertama diisi dengan pemaparan materi, salah satunya oleh Lia Mita Syahri, M.Pd., dosen Departemen Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Padang (UNP). Mengangkat tema "Membentuk Navigasi Kepemimpinan dan Pemetaan Organisasi", kegiatan ini menempatkan pembangunan karakter sebagai fondasi utama sebelum melangkah ke ranah kepemimpinan maupun keorganisasian. Acara tersebut berlangsung di Aula FIP, Sabtu (5/9).
Dalam penyampaiannya, Lia Mita Syahri menegaskan karakter merupakan hal pertama yang dilihat orang lain dari diri seseorang. Sebelum membahas kemampuan maupun strategi, nilai dan sifat yang dipegang menjadi cerminan individu.
"Apa pun peran yang kita emban, orang akan melihat karakter kita terlebih dahulu. Ketika seseorang telah menyadari dirinya memiliki karakter yang kuat, barulah ia percaya, ternyata saya mampu memimpin. Kepemimpinan berakar pada karakter," ujar Lia.
Ia mengingatkan peserta untuk menjadi "gelas yang kosong", yakni terbuka menerima hal-hal positif dari lingkungan, namun tidak pernah kehilangan jati diri sendiri.
"Jadilah gelas yang kosong. Siap menerima apa yang diberikan lingkungan. Jika dirasa benar, terimalah. Jika dirasa keliru, kembalilah pada jati diri kalian. Jadilah diri sendiri di mana pun kalian berada," ujarnya.
Lebih lanjut, ia memperkenalkan prinsip dasar yang menjadi pedoman karakter bagi setiap mahasiswa Bimbingan dan Konseling, yang dirangkum dalam lima S dan tiga kata ajaib.
"Ada lima S dan tiga kata ajaib yang harus diterapkan di mana pun, yaitu Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun. Serta tiga kata ajaib, Tolong, Terima Kasih, dan Maaf. Inilah cerminan karakter sejati seorang pendidik dan pemimpin yang berintegritas," jelasnya.
Syahira Febriyana, peserta ORION 2026, mengaku mendapatkan panduan berharga dari sesi tersebut. Materi yang disampaikan membukakan wawasan baru baginya tentang cara menempatkan diri dalam berorganisasi sekaligus menjaga keutuhan diri sendiri.
"Rencana saya setelah kegiatan ini adalah lebih membenahi diri, belajar memahami berbagai karakter orang lain, dan bijak dalam memilih organisasi yang sejalan dengan nilai-nilai saya. Tidak semua lingkungan organisasi sehat, sehingga kita harus cermat memilih mana yang layak diikuti," tutur Syahira.
Sebagai generasi pertama yang mengikuti ORION, Syahira juga berharap kegiatan ini terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa berikutnya.
"Kami adalah generasi pertama ORION. Semoga ke depannya kegiatan ini semakin menarik, semakin bermutu, dan menjadi ajang yang dinantikan oleh mahasiswa baru. Mari kita bertumbuh bersama dan jangan takut keluar dari zona nyaman," tutupnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!