Ekraf Business Club yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Negeri Padang (UNP) menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengenal dan mengembangkan potensi di bidang bisnis dan ekonomi kreatif. Kegiatan yang mengangkat tema "From Idea to Business Impact" tersebut berlangsung di Aula Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNP, Selasa (6/10).
Menteri Ekonomi Kreatif BEM KM UNP, Natasha Rahmadini, mengatakan bisnis tidak hanya berkaitan dengan kegiatan menjual produk, tetapi juga membutuhkan gagasan dan kemampuan melihat peluang. Oleh karena itu, kegiatan tersebut menghadirkan mentor yang dapat membantu mahasiswa, baik yang baru ingin memulai maupun yang sudah menjalankan usaha.
"Bisnis itu tidak dimulai dari seseorang yang memiliki uang saja, melainkan dari kita. Melalui ide saja kita sudah bisa mewujudkan bisnis kita sendiri," tuturnya.
Sekretaris Jenderal BEM KM UNP, Ikhsan Pirmansyah, menyampaikan masih banyak mahasiswa yang memiliki ide bisnis, tetapi belum berani mengambil langkah untuk merealisasikannya. Ia juga menceritakan pengalamannya yang pernah memiliki rencana usaha bersama seorang teman, tetapi hanya berhenti pada pembicaraan.
"Banyak sekali dari kita, atau bahkan termasuk saya pribadi, yang terkadang memiliki ide-ide untuk berusaha, untuk berbisnis, tetapi aksinya tidak ada. Aksinya belum ada, hanya sekadar ide-ide saja," katanya.
Menurut Ikhsan, kehadiran Ekraf Business Club dapat membantu mahasiswa mengubah ide menjadi langkah nyata. Ia juga mendorong peserta memanfaatkan kesempatan berdiskusi dengan mentor untuk mendapatkan informasi dan arahan mengenai bisnis.
Pemateri Ekraf Business Club, Kanisius Sudarwanto Sakaliou, anggota Divisi Pengembangan Bisnis Eksternal Duta Bahasa Sumatera Barat, mengatakan mahasiswa tidak perlu menunggu memiliki modal besar untuk memulai bisnis.
Ia menyebutkan berbagai kemampuan yang dimiliki mahasiswa, seperti membuat video untuk media sosial dan desain, dapat menjadi peluang usaha apabila disertai kemampuan melihat kebutuhan di lingkungan sekitar.
"Banyak orang yang takut memulai bisnis karena takut memulai, malu, takut gagal, enggak ada modal. Padahal banyak yang bisa kita lakukan yang dimulai dari nol, mulai dari video media sosial, desain," ungkapnya.
Kanisius berharap mahasiswa tidak lagi takut mencoba berbisnis meskipun usaha yang dimulai masih dalam skala kecil. Menurutnya, keberanian untuk memulai menjadi salah satu langkah penting dalam mengembangkan usaha.
"Saya berharap tidak ada lagi yang takut berbisnis. Biar usaha saya kecil, tapi saya owner-nya," pungkasnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!