Ganto.co - Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Padang (UNP) kembali mengadakan International Conference on Language, Literature, and Education (ICLLE) 2026 pada 7–8 Oktober 2026 di Auditorium FBS Lantai 4 UNP. Kegiatan ini mengangkat tema Transformative Learning for Sustainable Futures: Advancing Language, Literature, and Education.
Seminar internasional yang dilaksanakan secara semidigital ini menghadirkan sejumlah pembicara utama (keynote speaker) dari luar dan dalam negeri, yaitu Prof. Tan Xiao (Guangdong University of Foreign Studies), Lee Juyong (Seoul National University), Simah Binti Mamat (University of Malaya), Phil. Ramayda Akmal (Universitas Gadjah Mada, Indonesia), dan Ngusman Abdul Manaf (Universitas Negeri Padang, Indonesia).
Ketua Pelaksana, Dadi Satria dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah menjadi wahana akademik internasional untuk mengiseminasikan hasil riset mutakhir, bertukar gagasan, dan memperkuat jejaring keilmuan dalam transformasi pendidikan serta kebudayaan global. Konferensi ini menghadirkan 53 pemakalah serta lima keynote speaker dari berbagai negara, di antaranya China, Korea Selatan, Malaysia, dan Indonesia.
"Kegiatan ini bertujuan untuk menjadi wahana akademik internasional yang mengiseminasikan hasil riset yang mutakhir, bertukar gagasan dan memperkuat jejaring keilmuan dengan transformasi pendidikan dan kebudayaan global," jelasnya.
Seminar ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II (WR II) UNP, Prof. Remon Lapisa, Ia menyampaikan bahwa bahasa dan pendidikan bukan hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai warisan budaya serta fondasi untuk membangun cara berpikir kritis dan kesadaran akan keberlanjutan. Menurutnya, pembelajaran yang transformatif akan membentuk generasi yang adaptif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
"Bahasa dan pendidikan bukan hanya sebagai sarana komunikasi, namun juga sebagai warisan budaya dan fondasi untuk membangun cara berpikir kritis, empati, dan kesadaran akan keberlanjutan. Pembelajaran yang transformatif akan membentuk generasi yang adaptif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan," tuturnya.
Ayu Gustia Ningsih, panitia dari tim dosen, berharap pada tahun berikutnya seminar ini dapat mengangkat tema-tema baru. Namun, International Conference on Language, Literature, and Education (ICLLE) selalu menyesuaikan tema dengan perkembangan topik penelitian atau riset di bidang bahasa dan sastra Indonesia maupun bahasa, sastra, serta pendidikan secara umum.
"Harapan saya untuk tahun berikutnya bisa mengangkat tema-tema yang baru. Namun, ICLLE selalu menyesuaikan dengan perkembangan topik penelitian atau riset di bidang bahasa dan sastra Indonesia serta pendidikan secara umum," tuturnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!