Berita

Mengusung Konsep "Surf & Soul", Mentawai Siap Jadi Ibu Kota Surfing Dunia

Mengusung Konsep "Surf & Soul", Mentawai Siap Jadi Ibu Kota Surfing Dunia
Penyerahan Cendramata Oleh Rektor Universitas Negeri Padang kepada General Management di Selasar Kedatangan Bandara Internasional Minangkabau. Rabu, (14/10). f/Thahira

Ganto.co - Kepulauan Mentawai kini tampil dengan wajah baru. Melalui konsep "Surf & Soul", yang diselenggarakan oleh Injourney Airports di Selasar Kedatangan Bandara Internasional Minangkabau (BIM), 13-14 Oktober 2026, pukul 09.00-16.00 (WIB). Acara tersebut tidak hanya memperkenalkan Mentawai sebagai surga selancar dunia, tetapi juga sebagai rumah bagi budaya yang unik dan satu-satunya di dunia. Rabu, (14/10).

Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, menjelaskan visi besar di balik konsep tersebut.

"Mentawai sedang saya naikkan statusnya menjadi predikat ibu kota surfing dunia. Di Mentawai itu ada dua hal yang ditemukan oleh para wisatawan, yang pertama surfingnya, yang kedua terkait dengan budayanya," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwasanya pemerintah juga berkomitmen memastikan masyarakat lokal menjadi penerima manfaat utama dari berkembangnya pariwisata.

"Sekarang saya lagi gerakkan supaya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di Mentawai itu mengambil alih semua potensi-potensi. Pemerintah menyediakan pusat UMKM supaya hasil budaya Mentawai bisa dibeli pengunjung dan menjadi kenang-kenangan," lanjutnya

Dony Subardono, General Manager BIM, menyambut baik kerjasama dengan Universitas Negeri Padang (UNP) untuk memperkuat fungsi bandara sebagai etalase budaya dan pintu gerbang pariwisata.

"Kami ingin Bandara Internasional Minangkabau menjadi etalase bagi budaya Sumatera Barat. Ketika wisatawan mendarat di sini, mereka sudah merasa sampai di Mentawai," ujarnya

Aman Lepon, Sikerei sekaligus Kepala Suku di Mentawai, menyampaikan harapannya agar budaya leluhur tidak hilang ditelan zaman.

"Yang tidak boleh hilang dari generasi selanjutnya adalah bahasa, pakaian tradisional, tarian khas, adat istiadat, dan hutan. Semoga anak muda terus kembali ke asalnya." tutupnya.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Putrie Asyifa Thahira*
Jurnalis • Liputan Berita

Reporter Junior
Diedit & Diverifikasi oleh: Arifa Adila (Pemimpin Redaksi Daring)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

9 + 5 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.