Ganto.co - Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar Rapat Senat Akademik Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-72 di Auditorium UNP, Jumat (23/10). Mengusung tema "UNP Bersinergi dan Berdampak", kegiatan ini menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan institusi dan memperkuat kontribusi universitas bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Rektor UNP, Krismadinata, mengatakan tema tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara universitas, pemerintah, dan masyarakat untuk menghasilkan manfaat nyata.
"Kita membutuhkan kerja sama yang kuat dari semua pihak. Bersinergi mencerminkan semangat kerja sama dan kolaborasi. Kemudian berdampak artinya agar setiap langkah, karya, dan kebijakan universitas ini memberikan manfaat nyata bagi kemajuan," tuturnya.
Krismadinata juga memaparkan sejumlah capaian UNP dalam beberapa tahun terakhir, termasuk posisi universitas dalam pemeringkatan internasional. Ia menyebut UNP telah masuk dalam jajaran perguruan tinggi dunia berdasarkan pemeringkatan Times Higher Education (THE) dan QS World University Rankings.
"UNP kini telah masuk dalam jajaran perguruan tinggi kelas dunia berdasarkan pemeringkatan Times Higher Education dan QS World University Ranking. Khusus QS Ranking, UNP termasuk 17 dari 20 perguruan tinggi Indonesia yang berhasil masuk jajaran tersebut. Di THE Impact Ranking, UNP meraih peringkat 34 dunia atau nomor satu di Indonesia dalam bidang pendidikan berkualitas," ujarnya.
Pada tingkat nasional, Krismadinata menyampaikan bahwa UNP menempati peringkat ke-10 perguruan tinggi di Indonesia untuk seluruh bidang ilmu berdasarkan SCImago Institutions Rankings 2026. UNP juga berada di peringkat ketujuh dalam jejaring riset internasional.
"Berdasarkan SCImago Institutions Ranking 2026, UNP berada di peringkat ke-10 perguruan tinggi di Indonesia untuk seluruh bidang ilmu. UNP juga berada di peringkat ke-7 sebagai perguruan tinggi dengan jaringan riset internasional tertinggi," katanya.
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Kapolda Sumbar), Jawari, menyatakan komitmen kepolisian untuk memperkuat hubungan dengan dunia pendidikan melalui program Polisi Peduli Pendidikan. Program ini merupakan bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Kami berkomitmen untuk terus terhubung dengan dunia pendidikan sebagai wujud kepedulian terhadap kualitas sumber daya manusia, untuk mewujudkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berintegritas," ujarnya.
Jawari juga berharap sinergi antara kepolisian dan perguruan tinggi dapat diperkuat, terutama dalam pendidikan karakter, pencegahan narkoba, dan pemanfaatan teknologi secara positif.
"Melalui kesempatan tersebut kami berharap, sinergi Polri dan perguruan tinggi, dapat terus diperkuat untuk mewujudkan pendidikan karakter, negara hukum, bebas narkoba, pemanfaatan teknologi secara positif dalam mendukung pendidikan yang aman, nyaman dan kondusif bagi generasi penerus bangsa," pungkasnya.
Dalam orasi ilmiah, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menyoroti pentingnya kualitas sumber daya manusia (human capital) dan inovasi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurutnya, perguruan tinggi perlu menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI).
"Pertumbuhan ekonomi ke depan akan ditentukan oleh dua hal, yaitu human capital dan inovasi. Kita tidak bisa bergantung kepada kekayaan alam lagi," ucap Arif.
Ia juga mendorong UNP memperkuat ekosistem riset, kepemimpinan inovasi, serta pengembangan science techno park dan living laboratory agar hasil penelitian memberikan dampak nyata bagi Sumatera Barat.
"UNP akan fokus di bidang apa, apakah teknologi pendidikan, pertambangan, atau engineering. Kemudian kultur innopreneurship, penguatan ekosistem riset, pembangunan science techno park dan living laboratory, serta dampak bagi Sumatera Barat," tutupnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!