"Kemudian Andam dan Intan mengajak Mayangsari main di tepi pantai. Tapi Mayang menolak dan berkata ‘tidaklah, saya ingin mengejar matahari." Dari kutipan ini dapat disimpulkan bahwa tokoh Mayang berhasil membentuk karakter. "Fokus mencapai tujuan," jelas Dr. H. Abdurrahman, M.Pd. selaku pembedah dalam acara bedah novel ‘Penari Kampus’ karya Nang Syamsuddin, Rabu (27/11).
Bedah Novel kedua Nang setelah ‘Mengurai Rindu’ diangkatkan oleh Jurusan Seni Drama Tari dan Musik (Sendratasik) yang bertempat di Theater Tertutup Fakultas Bahasa dan Seni UNP. Selain memperkenalkan karya tulis mantan dosen Sendratasik, acara ini juga bertujuan merubah pandangan masyarakat terhadap sosok mahasiswa Jurusan Tari.
Seperti yang dijelaskan Nang saat ditemui usai acara, novel ini sebagai hadiah, curhatan untuk Kampus Selatan serta pengingat kembali pandangan-pandangan negatif seputar mahasiswa seni. Menjadi penari bukanlah suatu hal yang salah. Berkuliah di Jurusan Seni Tari dengan aktifitas melenggokkan badan memang selalu menghadirkan pandangan negatif bagi lingkungannya "Mahasiswa seni juga memiliki tujuan, mereka juga bertujuan menjadi penari dan pemusik yang membanggakan." Jelas Nang.
Memang, Nang terinspirasi dari pengalamannya bekerja di Jurusan Sendratasik pertama kali dibuka. "Penari selalu menjadi inspirasi saya," terangnya. Nang yang berlatarbelakang Pendidikan Bahasa Indonesia bercerita bahwa tak hanya novel Mengurai Rindu dan Penari Kampus yang dilahirkannya. Cerpen bersambung Lagu Rindu di Kampus Selatan karyanya juga terbit di media lokal.
Syailendra, S.Kan., M.Hum. selaku ketua jurusan sekaligus ketua pelaksana mengatakan bahwa acara ini merupakan apresiasi jurusan untuk kreatifitas dosen. Meskipun dosen yang memiliki karya sudah pensiun, tetap diberikan wadah oleh jurusan untuk mempublikasikannya. "Semoga dosen muda meniru seniornya." Ujar Cen, panggilan akrab Syailendra. Selanjutnya Cen menjelaskan bahwa karya Nang kali ini akan dijadikan tantangan baru untuk dosen Sendratasik. "Dosen harus bisa membawa mahasiswa merombak novel ini menjadi skenario, film, atau operet nantinya." Harap Cen. Novi
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!