Berita

Pedagang yang Tergusur

Anton mengibaskan tangannya ke kanan dan kiri menghalau lalar-lalar yang mencoba mendekati dagangannya. "Kami disini sudah sekitar dua minggu, setelah penggusuran yang dilakukan pihak satpam pusat UNP 15 November lalu" ujarnya sambil menggoreng empek-empek pesanan pembeli. Anton bercerita bagaimana ia dan rekan pedagang lainnya membersihkan lahan yang ditempatinya sekarang. Sebelum ditempati, lokasi tersebut merupakan tempat pembuangan sampah. Mendapatkan lokasi berdagang di sekitaran gardu listrik UNP sudah merupakan dispensasi yang disyukuri Anton. Pasalnya, ia dan rekannya yang lain sudah sangat sering digusur dan dipindahkan saat berdagang. "Mungkin pihak satpam sudah meminta persetujuan PR II, mungkin ya," ujar Anton, Rabu (27/11).

Kendati sudah diizinkan memakai lahan, pedagang kaki lima yang dulunya berjejer di sepanjang trotoar jelang Fakultas Ilmu Sosial (FIS) ini harus membersihkan lokasinya masing-masing. Tentunya tak mudah membersihkan lokasi tumpukan sampah UNP yang sudah ditumbuhi rumput liar. "Bukan sampah saja, kami juga harus membersihkan rumput liar yang sudah manyamak dan binatang seperti ular, lipan ,dan kal jengking," ujar istri Anton.

Tentu pihak yang sudah membersihkan lahan tidak terima jika ada pedagang yang malah memilih lokasi berdagang semaunya saja. Seperti yang terjadi Rabu (27/11). Rosnedi, pedagang roti yang biasa mangkal di pinggiran jalan sekitar mesjid Al-Azhar meminta lokasi berdagang didekat gardu listrik. Alasannya karena roti dagangannya akan cepat keras bila berjualan di lokasi yang terik panas. Hal ini memicu keributan di kawasan yang disebut ‘Pasar FIS’ ini.

Beruntung, Pen Kurniadi selaku Satpam FIS yang bertugas di gerbang utama UNP mendatangi Pasar FIS. Pen menyarankan agar rosnedi berjualan di samping gardu listrik. Namun hal tersebut belum dapat dipastikan akan aman. "Wak caliak sajo duo hari ke depan," ujar Pen. Hingga saat ini pedagang kaki lima di sekitar jalan gerbang UNP dekat FIS memang sudah dikerahkan dalam satu lokasi dagang saja. Keterangan yang didapat, pengarahan PKL tersebut baru sebatas intruksi satpam saja. Novi

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Novi Yenti
Jurnalis • Liputan Berita

Reporter SKK Ganto UNP
Diedit & Diverifikasi oleh: Fauziah Safitri (Redaktur Artistik dan Online)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

5 + 4 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.